...TERIMA KASIH SUDAH BERKUNJUNG SILAHKAN TINGGALKAN KOMENTAR...

BERMINAT BISNIS JUALAN PULSA, BELI HP, KOMPUTER.... silahakan klik ISCOM

Sabtu, 02 April 2011

Benarkah Facebook Tingkatkan Risiko Kanker

Benarkah Facebook Tingkatkan Risiko Kanker. Situs jejaring sosial semakin menjamur. Berawal dari tujuan untuk memudahkan hubungan antar manusia, situs-situs seperti Facebook dan Twitter pun menjadi situs yang wajib Anda dikunjungi setiap hari.

Bahkan banyak orang menghabiskan sepanjang hari untuk berada di depan komputer atau sibuk dengan smartphone hanya untuk online di kedua situs ini. Namun tidak hanya kesenangan yang didapat, tetapi juga peningkatkan risiko kanker dalam tubuh Anda.

“Mengirim pesan melalui situs-situs seperti ini daripada bertemu langsung dapat mengakibatkan efek samping yang sangat besar dalam perubahan biologis tubuh,” ujar Dr Aric Sigman, seorang psikolog, seperti dikutip oleh laman Daily Mail.

Peningkatan isolasi dapat mengubah cara kerja gen dan respon imun terhadap rasa kesal, tingkatan hormon dan fungsi arteri. Hal tersebut juga dapat mengganggu mental. Pada Jurnal yang ditulisnya, the Journal of the Institute of Biology, Dr. Sigman mengatakan bahwa hal tersebut dapat meningkatkan risiko kanker, stroke, serangan jantung dan demensia.

Jejaring sosial tersebut menyediakan fasilitas-fasilitas yang memungkinkan orang untuk berhubungan dengan teman-temannya tanpa harus bertatap muka secara langsung. Selain itu, mereka dapat upload foto, bermain games, dan menulis status update. Walaupun didesain untuk menghubungkan banyak orang, situs-situs tersebut memiliki peranan penting untuk membuat orang-orang yang ketagihan bermain semakin terisolasi.

Para peneliti menemukan bahwa jumlah waktu yang digunakan orang untuk bertemu muka berkurang secara dramatis sejak terjadinya peningkatan penggunaan media elektronik pada 1987. Padahal, interaksi secara langsung dapat membuat kerja hormon lebih baik, contohnya hormon ‘cinta’ oksitoksin, yang berfungsi membantu terjadinya ikatan antara pasangan. Bayangkan jika rasa cinta hanya dikirim melalui pesan tanpa bertemu secara langsung, kerja hormon ini pun tidak akan maksimal bahkan akan terjadi perubahan dalam produksinya.

Tentu ada perbedaan antara kehadiran yang sebenarnya dengan kehadiran virtual. Akan terjadi perubahan fungsi dari beberapa gen, termasuk yang memengaruhi sistem imun dan respon terhadap stres, berdasarkan seberapa banyak interaksi yang terjadi.

Tidak dapat dipungkiri dengan semakin menjamurnya jejaring sosial, terjadi perubahan pada gaya hidup masyarakat. Untuk menghemat waktu, orang lebih memilih bertemu secara virtual dibandingkan bertatap muka,
bahkan pendidikan saat ini banyak yang menggunakan sistem online yang memungkinkan anak usia sekolah pun tidak perlu keluar dari kamarnya untuk bersekolah.

“Media elektronik juga dapat mengurangi kemampuan anak, remaja, dan orang dewasa dalam berinteraksi sosial, selama mereka terisolasi,” ujar Dr Sigman.

Hal ini terlihat jelas dari perubahan gaya hidup masyarakat yang mengakibatkan berkurangnya waktu mereka untuk berinteraksi selama dua dekade terakhir. Orangtua menghabiskan waktu lebih sedikit untuk anak mereka, seperti halnya yang terjadi di Inggris. Kebiasaan makan malam bersama semakin berkurang, sedangkan jumlah orang yang memilih kerja online di rumah semakin meningkat.

“Jejaring sosial seharusnya membantu kita meningkatkan kualitas hidup, namun yang terjadi adalah sebaliknya. Mereka bukan alat untuk meningkatkan, tetapi alat untuk menggantikan,” ujarnya.

vivanews.com Benarkah Facebook Tingkatkan Risiko Kanker
»»  Baca Selengkapnya...

Jumat, 01 April 2011

Tanda-tanda sedang Jatuh Cinta

Tanda tanda anda sedang jatuh cinta. Wajah Anda merona saat bertemu dengannya, seperti ada kupu-kupu yang mengepakkan sayap di perut Anda. Lalu Anda bertanya-tanya, apakah Anda sedang jatuh cinta atau sekedar kagum belaka?
KapanLagi.com – Jatuh cinta bisa membuat dunia Anda berubah. Bahkan deretan beton yang ada di sepanjang jalan seolah berubah menjadi bunga-bunga indah yang membuat langkah Anda menjadi ringan dan selalu tersenyum sepanjang hari.

Mungkin teman-teman dan orang terdekat Anda mengetahui perubahan sikap Anda, yang bisa jadi Anda sendiri tidak menyadarinya. Anda juga mungkin bertanya-tanya benarkah perasaan senang Anda akibat sedang jatuh cinta pada seseorang atau hanya perasaan kagum belaka?

Lebih mudah mengetahui bahwa tubuh Anda sedang dijangkiti flu daripada menyadari bahwa Anda sedang jatuh cinta, karena tanda-tanda jatuh cinta hampir tidak terlihat. Padahal, Anda bisa menilai diri Anda sendiri bahwa Anda sedang dijangkiti ‘virus’ jatuh cinta.

Isi Kepala Anda Hanya Dia

Lirik lagu yang menyatakan bahwa saat jatuh cinta hanya ada dia sepertinya benar. Pada saat Anda jatuh cinta, maka otak Anda akan merespon dengan mengaktifkan hormon Dopamine. Hormon ini adalah hormon yang sama dengan hormon yang dapat menyebabkan seseorang kecanduan pada bahan adiktif. Jadi jangan heran bila Anda kecanduan untuk terus memikirkannya, terus membicarakannya, terus membayangkan hal indah yang telah Anda lewati dengannya, dan Anda akan sulit tidur karena imajinasi Anda tentangnya lebih menyenangkan daripada memimpikan memiliki tas Chanel terbaru pada saat tidur.

Mulai Terobsesi Dengannya

Setuju atau tidak, Anda mulai terobsesi dengannya. Obsesi ini hampir sama seperti bila Anda terkagum-kagum pada artis kesayangan Anda. Dimulai dengan mengikuti informasi ke mana dia pergi atau apa yang sekarang sedang dia lakukan. Bila dia memiliki social media, maka Anda akan menjadi penguntit yang diam-diam mengikuti apa saja yang terjadi dengan statusnya. Anda juga tertarik untuk menyukai hobinya sekalipun sebelumnya hobi itu adalah hal yang membosankan bagi Anda. Atau Anda mulai memikirkan apakah malam ini dia memimpikan Anda. Ups… Jangan khawatir, itu normal kok.

Lebih Mencintai Diri Sendiri

Para remaja yang sedang jatuh cinta biasanya akan mengikuti selera pria yang dia sukai. Jika si pria menyukai perempuan yang memakai pakaian warna merah muda, maka remaja putri akan mati-matian menyukai merah muda sekalipun warna itu bukan kesukaannya. Tetapi bila Anda adalah wanita yang telah memasuki tahap dewasa, maka Anda akan semakin mencintai diri Anda pada saat jatuh cinta dengan seseorang.

Anda tidak akan memaksakan diri Anda memakai sesuatu yang disukai oleh pria yang Anda suka, tetapi Anda akan menghargai pemikiran-pemikiran Anda yang sejalan dengan pemikirannya. Bila ada pemikiran Anda yang tidak sejalan dengannya, Anda dengan senang hati akan membahasnya sebagai sesuatu untuk saling melengkapi. Anda juga akan lebih memerhatikan penampilan dan kesehatan Anda. Tidak hanya semata-mata menyenangkan seseorang yang Anda sukai, Anda semakin menyayangi diri Anda sendiri.

Bila Anda merasakan ketiga tanda tersebut, sepertinya Anda positif terserang ‘virus’ jatuh cinta. Let’s him know, Ladies, and be confident with yourself!

kapanlagi.com tanda tanda anda sedang jatuh cinta
»»  Baca Selengkapnya...

Rabu, 30 Maret 2011

Mengapa Harus Malu Menangis?

Mengapa Harus Malu Menangis?. Sudah bukan waktunya lagi melihat tangisan sebagai sesuatu hal yang memalukan, atau bahkan menandakan kelemahan. Menangis di depan publik bahkan sudah menjadi fenomena yang umum. Tak sedikit orang yang mulai bisa menerima ekspresi emosi melalui tangisan, meski masih ada orang yang sulit menerima atau menangis di depan orang lain. Peristiwa meninggalnya Putri Diana menunjukkan bagaimana tangisan menjadi fenomena yang diperlihatkan di depan publik.

Susie Orbach, pakar kejiwaan, mengatakan banyak orang yang masih merasa sungkan atau janggal jika harus menangis di depan orang lain. Bahkan, tak sedikit kliennya yang meminta maaf saat mereka menangis karena merasa membebani atau mempermalukan orang lain yang melihatnya menangis.

“Menangis karena masalah yang mendalam dari diri seseorang boleh jadi dianggap alami dan wajar, namun bukan berarti semua orang bisa menganggap tangisan sebagai sesuatu yang normal, bahkan tak mudah bagi seseorang untuk menangis,” jelasnya.

Laki-laki lebih sulit menangis dibandingkan perempuan, kata Orbach. Kondisi ini dipengaruhi pengalaman pada masa perang. Laki-laki dituntut kuat, dan tangisan adalah sesuatu yang tabu. Laki-laki hanya bisa atau boleh menangis di tempat khusus, saat terharu menyaksikan anaknya yang baru lahir, saat pemakaman orangtua, atau saat kehilangan istri. Inilah yang menyebabkan mengapa perempuan lebih mudah menangis. Perempuan bebas mengekspresikan emosinya melalui tangisan saat pernikahan, pemakaman, melihat kesuksesan anak, bahkan saat menonton film yang mengharukan.

Pengalaman berbeda perempuan dan laki-laki inilah yang kemudian juga mengaitkan tangisan dengan kelemahan. Banyak perempuan yang mengatakan, bahwa ia harus menahan emosi dan tangisan di depan atasan karena tak ingin dinilai lemah. Padahal frustrasi karena pekerjaan kadangkala membuat seseorang ingin menangis. Namun saat menangis untuk melepaskan emosinya, seseorang merasa telah melakukan suatu kesalahan besar, karena baginya itu adalah pertanda kelemahan.

Menangis melepaskan pergulatan emosi
Menurut Orbach, menangis tak harus dikaitkan dengan kesedihan. Menangis melibatkan berbagai perasaan, sedih, penyesalan, rasa memiliki, atau bahkan kemarahan.

Saat orang terdekat kita meninggal, perasaan yang muncul bukan hanya kesedihan, namun juga ketakutan, bahkan kemarahan. Menangis karena kehilangan seseorang muncul akibat percampuran berbagai perasaan tersebut.

Begitupun saat menangis karena terharu menyaksikan kisah film romantis atau kebahagiaan dalam pernikahan. Bahagia bukan hanya kata kunci yang menimbulkan emosi bagi seseorang. Menangis karena bahagia juga dipengaruhi berbagai perasaan seperti empati atas perasaan cinta, perjalanan cinta seseorang, atau rasa memiliki yang menimbulkan emosi.

“Menangis itu mencampuradukkan semua perasaan dan melepas semua perasaan itu melalui air mata. Usai menangis, seseorang akan merasa lebih baik karena telah mengekspresikan emosi yang kompleks,” jelas Orbach.

Karenanya, kata Orbach, terapis kerapkali dikenal sebagai pakar yang membuat orang menangis dengan mudahnya. Terapis memang bertugas untuk membuang anggapan bahwa menangis adalah hal tabu. Tak mudah menjalani peran ini, kata Orbach, karena tak semua orang bisa menerima tangisan sebagai bentuk pelepasan emosi yang baik untuk dirinya.

Padahal, seseorang bisa bertumbuh jika mereka bisa menerima perasaan yang muncul dalam dirinya. Menangis jangan lagi dianggap sebagai sesuatu yang negatif dan tak perlu dihindari. “Semakin dihindari, maka masalah besar akan terus bermunculan,” kata Orbach.

Ia menambahkan, menangis takkan menghancurkan jati diri seseorang namun justru membuat seseorang lebih nyata karena ia menjadi manusia yang memiliki emosi positif dalam dirinya.

kompas.com Mengapa Harus Malu Menangis?
»»  Baca Selengkapnya...

Senin, 28 Maret 2011

Jangan Katakan Ini ke Pria

Bertahun lamanya pria berusaha mengerti wanita dengan jangan berkata "Kamu ngga gendut kok". Saatnya bagi Anda untuk mengerti kata apa saja yang seharusnya tidak diucapkan kepada mereka.

Kamu cute deh

Sebagian besar pria benci dengan kata cute! Pria tidak ingin dibilang cute, atau melihat pria lain cute, dan sama sekali tidak ingin jadi cute. Mereka menganggap seharusnya mereka menjadi pelindung Anda, batu sandaran kala sedih, dan cute tidak menggambarkan itu sama sekali.

Ayo kita bicara

Tiga kata itu seperti membuat otak pria terkena hubungan arus pendek. Pria cenderung menghindari posisi yang tidak enak seakan mereka dihakimi oleh Anda. So ladies, pilih kata lain saja.

Itukan cuma mainan!

Bukan sayang, sepakbola bukan cuman mainan sayang! Pasti itu yang ingin dikatakan pria jika dilarang futsal bersama teman-temannya. Pria tentu tidak ingin cuma duduk-duduk saja menonton bola, ketahuilah, pria ingin dia lah yang memasukkan bola itu dan mendapat sanjungan dari seluruh isi stadion!

Tidak apa-apa kok

Dan pria pun jungkir balik karenanya. Apalagi ditambah wajah datar dari wajah Anda. Pria bukan ahli membaca pikiran, jadi katakan langsung apa yang Anda inginkan dan buat mereka mengerti apa yang ada di pikiran Anda.

Size doesn't matter

Pria akan langsung mencari pil pembesar Mr P jika Anda mengatakan hal itu setelah Anda bercinta. Lebih baik Anda tidak mengucapkannya sama sekali.

Berhati-hatilah bicara sebelum menyesal kemudian.


Sumber : Metro TV News (Yahoo News)
»»  Baca Selengkapnya...

Jumat, 25 Maret 2011

Mengatasi kedip / blinking di Printer Canon MP 258


sekarang berbagi tips sekalian juga untuk dokumentasi pengetahuan baru, yang kebetulan baru aja ngalami blinking atau kedap-kedip lampu di printer Canon MP 258 yang sudah saya infus, kedip lampu indikator tinta ini diikuti pesan error di layar yang kecil itu muncul huruf E16 secara berurutan dan terus menerus, kalau di layar monitor komputer, muncul pesan bahwa tintanya sudah habis, padahal printer sudah diinfus dan tintanya pun masih penuh. kadang juga muncul pesan error E15, kalau yang ini untuk tinta warna yg habis. pesan error itu juga kadang muncul ketika tinta diisi ulang dan dikembalikan ke tempatnya di dalam printer

gak ada masalah tanpa solusi ... ternyata caranya sangat mudah yaitu dengan menekan tombol Stop/Reset selama 30 detik sampai LED panelnya berputar, cara ini berlaku untuk pesan error tinta habis hitam atapun berwarna, dan juga berlaku pada semua Printer Canon tipe MP

untuk tipe Pixma IP caranya hampir sama yaitu dengan menekan tombol Resumbe antara 10-30 detik sampai layar peringatan di monitor hilang.

semangat mencoba
»»  Baca Selengkapnya...